Disdukcapil Depok Pastikan e-KTP WNA Tak Akan Disalahgunakan Dalam Pemilu

Disdukcapil Depok Pastikan e-KTP WNA Tak Akan Disalahgunakan Dalam Pemilu

Disdukcapil Depok Pastikan e-KTP WNA Tak Akan Disalahgunakan Dalam Pemilu  РDinas kependudukan serta Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok katakan ada 12 penduduk negara asing (WNA) yg miliki e-KTP di tahun 2019. Mereka diyakinkan tidak tercatat di rincian pemilih konsisten (DPT).

“Tidak ada (di DPT). Ketentuan pilih apakah sich? Kan tercatat dalam DPT, punyai KTP elektronik, kewarganegaraan Indonesia. WNA jelas tidak tertulis dalam DPT, ke dua kalaupun dibawa e-KTPnya (ke TPS) mereka bukan WNI,” jelas Kasie Jati diri Kependudukan Disdukcapil Jaka Susanta terhadap wartawan di kantornya, Jalan Margonda Raya, kota Depok, kamis (28/2/2019).

Dari 12 WNA itu, sangat banyak yaitu penduduk negara Korea. Mereka tinggal di apartemen-apartemen.

“Untuk tahun 2019 ada 12 WNA yg punyai e-KTP. Keperluannya (tinggal di Indonesia) jumlah sich pendidikan, kuliah, ada yg kerja juga. Rata-rata kuliah yg kerja ada juga, sebab tiap-tiap WNA yg kerja ikut kudu kan,” papar Jaka.

Jaka memaparkan, WNA yg tinggal di Indonesia kudu miliki e-KTP, sama seperti dirapikan dalam undang-undang.

“Tidak cuma bisa, tetapi UU mengharuskan. Kalau WNA yg tinggal di Indonesia yg punyai izin tinggal konsisten kudu miliki KTP WNA sesuai sama dalam UU Nomer 23 Tahun 2006, yg udah diubau jadi UU Nomer 24 Tahun 2013. Ini undang-undang udah lama mengapa baru (ramai) saat ini?,” jelas Jaka.

Jaka memasukkan, kepemilikan KTP elektronik pada WNA ini pula lewat tingkatan panjang, dari mulai imigrasi.

“Disduk itu pintu ke demikian dalam pembuatan e-KTP WNA sebab yg mengharuskan miliki e-KTP ini kudu miliki ijin tinggal konsisten, nah itu buatnya dari imigrasi. Sebelum kesini ada juga sesi melapor ke polisi, di polisi ada kriteria apakah saja–bukan tahapan–tapi surat info sinyal melapor buat WNA,” tutur Jaka.

“Disaat orang telah punyai ijin tinggal konsisten kalaupun tidak kesini kan tidak punyai e-KTP, baru dibikin di sini,” sambung Jaka.

Yg mengetahui E KTP WNA serta kita WNI apakah pak?
Kewarganegaraannya, cuma itu tercatat di unsur datanya kewarganegaraannya, nah kita WNI, kalaupun mereka WNA.

Jaka meyakinkan e-KTP WNA ini akan tidak disalahgunakan untuk mencurangi rincian pemilih konsisten pada Pemilu 2019.

“e-KTP ini tidak dapat lah disalahgunakan, mengapa digoreng-goreng, jelas kok itu. Kalaupun hadir ke TPS, tidak kenal senantiasa kan tentunya di tanya, kalaupun WNA tentunya tidak diterima kalaupun berkaitan pemilu. Sebenernya tidak ada yg spesial, tidak ada yg aneh berkaitan itu,” tandas Jaka.