Edarkan Sabu 4 Kg ke Surabaya, 2 Orang Asal Aceh Diamankan Polisi

Edarkan Sabu 4 Kg ke Surabaya, 2 Orang Asal Aceh Diamankan Polisi – Dua pengedar sabu ditangkap. Dari mereka diambil sabu sejumlah 4 kg. Perkara ini diselesaikan Tubuh Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Ja-tim.

Ke dua terduga merupakan Ridwan (46) , penduduk Lhokseumawe, Aceh serta Mujibur (31) , penduduk Bireun, Aceh. Kedua-duanya diamankan di Perumahan Wiguna, Rungkut, Surabaya lebih kurang waktu 06. 30 WIB, Rabu (13/2019) .

Kepala BNNP Ja-tim Brigjen Pol Bambang Priyambada mengemukakan penangkapan berasal dari terduga Ridwan yg ingin berkirim sabu dari Jakarta ketujuan Surabaya.

” Sehabis meyakinkan terduga R ingin berkirim paket sabu dengan memanfaatkan kereta api dari Jakarta ke Surabaya, kami monitor di Stasiun Pasar Turi, ” kata Bambang.

Petugas senantiasa memonitor serta membiarkan Ridwan menyerahkan sabunya terhadap Mujibur yg udah memesannya. Kala mereka bersua serta bertransaksi, kala tersebut kedua-duanya ditangkap.

” Lebih kurang waktu 06. 30 WIB mereka kami tangkap, kala terduga R ingin berikan barang ke M di titik yg mereka pastikan, ” papar Bambang.

Kala dilaksanakan pengeledahan pada tas ransel warna hitam punya Ridwan, petugas menemukannya 4 kantong paket teh China yg berisi sabu.

” 4 kantong itu semasing berisi 1 kilo-gram lebih sabu, keseluruhan ada 4. 104 gr. Sekarang kami tetap ciptakan perkara ini, kami tak dapat memaparkan dengan cara detail, ” kata Bambang.

Disamping itu, Ridwan terhadap petugas menyatakan sabu itu adalah sabu asal Aceh yg diterima dari seseorang bandar di Daerah Depok, Jawa Barat.

” Barang itu saya mengambil dari Depok, lantas saya kirim ke Surabaya, saya diperintah Mujibur, ” kata Ridwan.

Dan Mujibur ikut mengaku apabila banyak barang itu akan juga dikirimnya ke seorang yg disadari olehnya jadi bos.

” Barang itu bakal saya kirim ke bos, ” papar Mujibur.

Dari kejahatan ke dua tersangaka bakal dijaring clausal 114 ayat (1) , clausal 112 ayat (1) , serta clausal 132 UU RI no. 35 th 2009 terkait Narkotika.